This is my share... :)
Kau tau? dasar dari persahabatan adalah saling mengerti dari kekurangan masing-masing.
Jika kau berharap sahabatmu sempurna, maka selamanya kau takkan punya sahabat.
Kalaupun kau punya, bisa jadi ia hanya mencari manfaat darimu. Atau mungkin semua yang ia perlihatkan selama ini adalah kemunafikan belaka.
Aku telah melihat banyak sekali ketidakpastian hidup yang diterima oleh teman- temanku. Niat hati mencari sahabat yang sempurna. Namun hanya pemanfaatan yang didapat. Jika ia dianggap manfaat, ia pasti didekati. Sedangkan jika tidak manfaat, maka ia akan dibiarkan sendirian saja.
Sedih memang tapi mau bagaimana lagi? bukankah ia sendiri yang memutuskannya? Masih tetap bersama dengan dalil mengerti kekurangan sahabat dengan tidak menuntut kesempurnaan (namun hanya sepihak) atau mencari sahabat lain yang sama-sama mengerti dan tidak menentukan kesempurnaan dari sahabatnya itu? Hanya diri kita sendirilah yang dapat memuntuskannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar